[postlink]
https://videoburung.blogspot.com/2014/05/perawatan-branjangan-gacor-juara.html[/postlink]
http://www.youtube.com/watch?v=G6JWEvYdVJQendofvid
[starttext]
BURUNG branjangan sangat terkenal didunia, karena memiliki suara yang indah dan merdu dan biasanya didengarkan sambil terbang. Di alamnya, branjangan berbunyi antara pukul 8-9 pagi. Setelah itu, kembali ke sarangnya dan melakukanya lagi pada pukul 3-4 sore yang pernah penulis saksikan.
Bagian tubuh atas dan bawah burung ini, pada umumnya memiliki bulu bergaris coklat, mirip dengan warna bulu pada burung puyuh. Kuku jari belakang tumbuh lebih panjang, sebagai penyesuaian untuk burung yang habitanya berada diatas tanah, bukan burung yang habitat hidupnya dipepohonan.
Umumnya burung ini bergerak dengan berjalan atau berlari dan jarang meloncat. Branjangan hidup didaerah yang beragam, seperti kawasan kering, kawasan berbatu dan berpasir kering, seperti tegalan atau huma. Mempunyai paruh yang kokoh, seperti burung emprit.
Untuk membedakan jenis kelamin antara jantan dan betinanya, bisa dibedakan dari warna bulunya, jantan memiliki warna bulu yang lebih mencolok. Bagian bawahnya berwarna hitam putih mencolok, warna bulu punggung cokelat kemerah -- merahan, dan memiliki jambul dikepala sebagai lambang kejantananya, bak kepala se ekor naga. Sementara untuk betinanya memiliki bulu berwarna coklat tua.
Perawatan Dari sisi perawatan burung ini sangatlah mudah, biji- bijian menjadi makanan pokoknya, seperti canary seed, jewawut dan gabah. Jangkrik, belalang dan ulat Hongkong bisa diberikan sebagai extra foodingnya. Sangkar untuk burung ini memiliki perbedaan dengan burung lainnya. Tinggi sekitar 1,5 meter dan alas sangkar yang rapat menjadi sangkar yang khas untuk burung ini. Pada akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000, branjangan termasuk burung favorit.
Dalam setiap even lomba burung berkicau, selalu ada kelasnya dan ramai diikuti oleh para mania burung ini. Memasuki medio tahun 2000 an, kelas Branjangan mangalami penurunan peserta, dan berlangsung hingga sekarang ini. Banyak kemungkinan yang menjadi faktor penyebab berkurangnya peminat di kelas ini. Diantaranya sulitnya bakalan dari burung ini, karena ketersediaan alamnya sudah berkurang , yang di akibatkan oleh penangkapan burung indukan oleh para pemikat ketika itu.
Burung yang memiliki variasi suara yang indah ini, menjadi burung yang dianggap membawa hoki kepada pemiliknya. Branjangan menjadi burung yang wajib untuk dimiliki, seperti yang dikatakan oleh seorang maniak Branjangan kota Kuningan, Kho Ade Toko Star.
" Suara Branjangan memiliki aura magis, yang bisa membuat pendengarnya hanyut dalam pesona burung ini. Burung yang ketika berbunyi sambil menggelepar leparkan sayapnya dan berdiri diatas batu, juga membuka jambul dikepalanya, menjadi tontonan yang sangat indah, bagaikan melihat seekor Naga kecil yang bernyanyi sambil menari," ujarnya kepada Ronggolawe.info [endtext]
Umumnya burung ini bergerak dengan berjalan atau berlari dan jarang meloncat. Branjangan hidup didaerah yang beragam, seperti kawasan kering, kawasan berbatu dan berpasir kering, seperti tegalan atau huma. Mempunyai paruh yang kokoh, seperti burung emprit.
Untuk membedakan jenis kelamin antara jantan dan betinanya, bisa dibedakan dari warna bulunya, jantan memiliki warna bulu yang lebih mencolok. Bagian bawahnya berwarna hitam putih mencolok, warna bulu punggung cokelat kemerah -- merahan, dan memiliki jambul dikepala sebagai lambang kejantananya, bak kepala se ekor naga. Sementara untuk betinanya memiliki bulu berwarna coklat tua.
Perawatan Dari sisi perawatan burung ini sangatlah mudah, biji- bijian menjadi makanan pokoknya, seperti canary seed, jewawut dan gabah. Jangkrik, belalang dan ulat Hongkong bisa diberikan sebagai extra foodingnya. Sangkar untuk burung ini memiliki perbedaan dengan burung lainnya. Tinggi sekitar 1,5 meter dan alas sangkar yang rapat menjadi sangkar yang khas untuk burung ini. Pada akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000, branjangan termasuk burung favorit.
Dalam setiap even lomba burung berkicau, selalu ada kelasnya dan ramai diikuti oleh para mania burung ini. Memasuki medio tahun 2000 an, kelas Branjangan mangalami penurunan peserta, dan berlangsung hingga sekarang ini. Banyak kemungkinan yang menjadi faktor penyebab berkurangnya peminat di kelas ini. Diantaranya sulitnya bakalan dari burung ini, karena ketersediaan alamnya sudah berkurang , yang di akibatkan oleh penangkapan burung indukan oleh para pemikat ketika itu.
Burung yang memiliki variasi suara yang indah ini, menjadi burung yang dianggap membawa hoki kepada pemiliknya. Branjangan menjadi burung yang wajib untuk dimiliki, seperti yang dikatakan oleh seorang maniak Branjangan kota Kuningan, Kho Ade Toko Star.
" Suara Branjangan memiliki aura magis, yang bisa membuat pendengarnya hanyut dalam pesona burung ini. Burung yang ketika berbunyi sambil menggelepar leparkan sayapnya dan berdiri diatas batu, juga membuka jambul dikepalanya, menjadi tontonan yang sangat indah, bagaikan melihat seekor Naga kecil yang bernyanyi sambil menari," ujarnya kepada Ronggolawe.info [endtext]
Posting Komentar